Jumat, 03 Februari 2012

hadits melapangkan kesusahan orang lain

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam kehidupan bermasyarakat beragama ataupun bernegara kita perlu adanya saling toleransi antar sesama, baik dalam lingkup kecil ataupun dalam lingkup besar, baik sama tetangga ataupun sesama kaum muslimin wal muslimati, jangan sampai kita sebagai makhluk sosial yang berbangsa dan bernegara saling menjatuhkan, saling menjelekan ataupum saling menyiksa sesama  manusia.
Maka dari itu jika kita lihat persepsi di atas, kita bisa mengambil secercah permasalah yang sangat mendasar, terutama dalam aspek kehidupan kita sesama muslim, dalam negarapun kita sudah di ajarkan untuk saling mengasihi sesama warga Negara, jangan sampai kita sebagai warga Negara tapi saling menjatuhkandan, menyusahkan orang lain.
 maka dari itu kami mengkonteks sebuah hadits untuk kita sama – sama kaji agar kita sebagai kaum muslimin bisa saling mengasihi, membantu dan mampu melapagkan kesusahan orang lain. Apalagi dalam agama kita di wajibkan untuk saling membantu sesame muslim, dalam sebuah keterangan di jelaskan dalam kalimat Hablum Mina Allah Wa Hablum Minan Nas.
Sebenarnya masih banyak lagi alasan – alasan yang sangat mendasar dalam melatarbelakangi permasalahan ini, berawal dari kesusahan orang lain yang bisa mengetuk hati kita untuk membantunya, itulah inti dari latar belakang permasalahan makalah ini. 


B.       Rumusan Masalah
Dari pemaparan latar belakang di atas, kami menyimpulkan beberapa perumusan masalah dalam makalah ini, diantara nya :
1.      Apa Hadits yang menjelaskan tentang melapangkan kesusahan orang lain?
2.      Apa isi Kandungan Hadits nya ?
3.      Apa Hikmah Hadits nya ?
Dalam rumusan masalah di atas, kami berharap kepada sahabat untuk bisa menambahkan materi ataupun memberikan masukan motivasi yang bisa mendorong kita semua semakin berpotensi,
C.       Tujuan Penulisan
Dalam konteks berbagai makalah yang ada, dari yang satu dan yang lainnya pasti mempunyai tujuan – tujuan penulisan dalam penyusunan makalah nya, maka dari itu ada beberapa tujuan penulisan dalam penyusunan makalah ini yang kami berikan diantaranya ;
1.      Kita bisa berintropeksi diri bahwa kita sebagai manusia pasti saling membutuhkan antara individu ataupun non individu.
2.      Kami berharap sesudahnya kita mengkaji makalah ini kita bisa tambah saling bersosialisasi dan saling menolong antar sesame.
3.      Bisa menjadi cerminan untuk kita semua, agar lebih memperhatikan orang lain.
Dan masih banyak lagi tujuan – tujuan yang belum bisa kami paparkan, namun kami berharap dari berbagai tujuan di atas dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita.
D.      Kegunaan Makalah
Kegunaan makalah yang kami susun di antaranya :
1.      Sebagai bahan materi penunjang studi Hadits.
2.      Sebagai motifasi dalam kehidupan kita karna dalam makalah ini banyak factor-faktor yang melatih kita untuk saling membantu sesama manusia.
3.      Sebagai cerminan untuk kita semua, agar lebih memperhatikan orang lain.


BAB II
Melapangkan Kesusahan Orang Lain

A.      Hadits Tentang melapangkan Kesusahan Orang Lain  
Dari berbagai kitab hadits yang kami kaji, banyak sekali keterangan hadits yang menjelaskan tentang kewajiban kita sebagai orang muslim kepada sesame muslim salah satu nya adalah melapangkan kesusahan orang lain. Sebagaimana dalam kutipan teks hadits yang terdapat dalam kitab Ar Ba`in Nawawi karagan Imam Yahya Ibnu Syarifuddin An – Nawawi di jelaskan sebagai berikut :
  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَمَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ. وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَأَ فِي عَمَلِهِ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ. متفق عليه 
Artinya
“ Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya di Hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitann niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya. (Muttafaq alaih).
B.       Kandungan Hadits
1.      Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka akan dia dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit tersebut.
  1. Sesungguhnya pembalasan disisi Allah ta’ala sesuai dengan jenis perbuatannya.
  2. Berbuat baik kepada makhluk merupan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala.
  3. Meluruskan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas di dalamnya agar tidak menggugurkan pahala sehingga amal dan usahanya sia-sia.
  4. Memohon pertolongan kepada Alla ta’ala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih sayang-Nya.
  5. Selalu membaca Al Quran, memahaminya dan mengamalkannya.
  6. Keutamaan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu.
  7. Tidak ada kerugian bagi orang yang suka menolong sesame
  8. Banyak sekali balasan dari Allah Swt, kepada orang yang senang membantu sesame kaum muslim.
  9. Bisa menambah kedekatan persaudaraan sesame muslim.
C.       Hikmah Hadits
1.       Membantu kesusahan orang lain
 Membantu saudaranya untuk terlepas dari kesulitan merupakan kebajikan yang mendatangkan pahala yang sangat besar baik di dunia maupun di akhirat. Kesulitan apapun dan bantuan dalam bentuk apapun.
2.      Menutup Aib
Menutup aib saudaranya wajib hukumnya. Baik saudaranya banyak berdosa lebih-lebih yang taat. Membuka aib hanya boleh dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dengan tetap memenuhi ketentuan syariat.
Dalam Firman Allah Swt, di jelaskan :
قال اللَّه تعالى: { وتعاونوا على البر والتقوى } .
Allah Ta'ala berfirman: "Dan tolong-menolong engkau semua atas kebaikan dan ketaqwaan." (al-Maidah: 2)
وقال تعالى:
{ والعصر، إن الإنسان لفي خسر، إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات، وتواصوا بالحق،    وتواصوا بالصبر }
Allah Ta'ala juga berfirman: "Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amatan shalih, juga suka sating pesan-memesan dengan kebenaran serta  saling pesan-memesan dengan saling kesabaran."  (al-'Ashr: 1-3)
Dan dalam konteks pendapat Imam Syafi`I di jelaskan sebagai berikut :
قال الإمام الشافعي رحمه اللَّه كلاماً معناه: إن الناس أو أكثرهم في غفلة عن تدبر هذه السورة.
Imam as-Syafi'i rahimahullah mengucapkan suatu uraian yang maksudnya ialah bahwasanya seluruh manusia atau sebagian besar dari mereka itu terlalai untuk memikir-mikirkan isi kandungan surat ini.
Dan di jelaskan dalam hadits yang di riwayatkan Oleh Abi Abdir Rahman Bin Zaid Bin Kholid Al – Juhanni RA. :
عن أَبي عبدِ الرحمن زيدِ بن خالدٍ الْجُهَنيِّ رضيَ اللَّه عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَنْ جهَّزَ غَازِياً في سَبِيلِ اللَّه فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِياً في أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا" متفقٌ عليه .
Artinya
 Dari Abdur Rahman bin Zaid bin Khalid al-Juhani r.a., katanya: "Nabiullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang memberikan persiapan - bekal - untuk seseorang yang berperang fisabilillah, maka dianggaplah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang - yakni sama pahalanya dengan orang yang ikut berperang itu. Dan barangsiapa yang meninggalkan kepada keluarga orang yang berperang - fi -sabilillah - berupa suatu kebaikan - apa-apa yang  dibutuhkan untuk kehidupan keluarganya itu, maka dranggap pulalah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang." (Muttafaq 'alaih)

BAB III
PENUTUP
1.    Kesimpulan
A.    Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka dia akan dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit tersebut.
  1. Sesungguhnya pembalasan disisi Allah ta’ala sesuai dengan jenis perbuatannya.
  2. Berbuat baik kepada makhluk merupan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala.
  3. Meluruskan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas di dalamnya agar tidak menggugurkan pahala sehingga amal dan usahanya sia-sia.
  4. Memohon pertolongan kepada Alla ta’ala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih sayang-Nya.
2.        Saran
Dengan segala hormat kepada para sahabat yang menyimak dan membaca makalah ini apabila ada kesalahan baik dari segi tata bahasa, terjemahnya ataupun penjelasannya kurang baik.
Dengan besar hati kami mohon sarannya dan motifasinya agar  tugas yang akan datang lebih baik dari sekarang. terimakasih

DAFTAR PUSTAKA
v   Anshori Ismail, Hadits Ar Bain Nawawi Kompilasi. 2009
v  Imam Yahya Ibnu Syarifuddin An – Nawawi, Syara Kitab Ar Bain Nawawi. PT. Toha Putra, Semarang 2002
v  Imam Abi Zakaria Ibnu Syarif An – Nawawi. Kitab Riyadus Sholihin. Percetekan Darul Ihya Indonesia
v  Anshori Ismail, Riyadus Sholihin  Kompilasi. 2009













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar